Pengelolaan Sampah

Teknologi

Edukasi

Pemberdayaan Masyarakat

Hampir 800 ton sampah hilir mudik masuk ke Kabupaten Tangerang. Hingga tahun ini, pengolahan sampah di kota seribu industri ini menjadi masalah yang tak kunjung selesai. Kini, sebuah pengolahan sampah berteknologi hidrotermal hadir di Legok. Sampah yang bau berubah menjadi briket arang dan berbau kopi.

Tanpa ragu, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar memegang briket bulat berwarna hitam. Tangannya meremas lembut benda yang diketahui berasal dari sampah rumah tangga tersebut. Bau mirip kopi menyeruak dalam bangunan pengolahan sampah berteknologi hidrotermal, kemarin. ”Baunya tidak seperti sampah dan briketnya sangat kering,” kata Zaki.

Ya, Kabupaten Tangerang menjadi daerah pertama yang pertama kalinya memiliki fasilitas pengolahan sampah ramah lingkungan menggunakan teknologi hidrotermal pertama di Indonesia. Hasil pengolahan sampah dari teknologi ini berupa bulatan sampah yang dapat digunakan sebagai bahan bakar seperti batubara. ”Teknologi ini harus terus dikembangkan,” kata dia.

Sampah elektronik bukanlah sekedar sampah. Disamping berbahaya, ternyata kita bisa mendulang emas dari sampah elektronik jika pintar mengolahnya. Emas sering kali digunakan untuk melapisi bagian-bagian tertentu dari komponen elektronika seperti prosesor, harddisk, ram, motherboard, atau mainboard, PCB handphone, PCB komputer, Integrated Circuit (IC), kartu cip handphone, dan sebagainya.

Komponen-komponen tersebut harus dilapisi emas karena hanya emaslah yang mampu menghantarkan arus listrik nyaris tanpa hambatan atau disebut juga zero resistensi. Oleh karena itu, banyak juga orang-orang yang berusaha "mendulang" emas dari sampah-sampah elektonik yang ada. Salah satunya Adi Kristyo Permadi. Dia bahkan mengajarkan kepada banyak orang tentang bagaimana cara pengambilan emas dan perak dari sampah elektronik hingga proses pemurniannya melalui e-book yang dibuatnya.

Indonesia terkenal sebagai masyarakat dengan budaya yang konsumtif, termasuk dalam pemakaian barang-barang elektronik, entah itu gadget, ponsel, televisi model terbaru, komputer, laptop, dan sebagainya. Setiap hari, pasti ribuan jenis barang elektronik diproduksi dan diimpor ke negeri ini.

Tapi pernahkah terbayangkan, bagaimana nasib barang elektronik bekas yang sudah tak dipakai. Sudah benarkah pengelolaan sampah elektronik atau electronic waste atau e-waste di Indonesia? Sebab jika salah pengelolaan, e-waste yang banyak mengandung bahan beracun dan berbahaya (B3) akan memberi dampak negatif bagi manusia.

More Articles...

  1. Bisnis Sampah Organik? Kapan Kita Mau Mulai?
  2. Menyulap Sampah Plastik Menjadi BBM Tidak Harus Mahal
  3. Mulailah Membawa Tempat Makan dan Minum Sendiri
  4. Jangan Biarkan Sapi Makan Sampah!
  5. Sampah dan Problematikanya
  6. Melongok Model Pengolahan Sampah Plastik menjadi BBM di Jepang
  7. Manajemen Sampah Berdaya Komersial
  8. Pengolahan Sampah Pasar Ikan di Jepang
  9. Rahasia Sukses Pengolahan Sampah di Jepang
  10. Saatnya Mendaur Ulang Sampah Elektronik

Page 1 of 6