Liburan akan segera tiba, masyarakat Indonesia pasti telah merencanakan liburan di suatu tempat rekreasi bersama keluarga. Tempat pariwisata yang biasa dikunjungi yaitu pantai, pegunungan dan obyek wisata budaya atau alam, apakah tempat wisata tersebut telah siap untuk menerima pertambahan volume sampah?. Sampah yang dihasilkan bertambah sesuai dengan banyaknya pelancong di tempat wisata tersebut.

 

Sampah berserakan di pantai (foto: http://iqmal.staff.ugm.ac.id)

Sampah dari pelancong yang berupa makanan, minuman serta sampah lainnya seperti tissue, kantong plastik bahkan popok, biasanya dibuang sembarangan sehingga dapat mengganggu estetika dan menyebabkan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, pengelola tempat wisata perlu menyediakan tempat sampah dalam jumlah banyak dan diletakan pada tempat strategis sehingga dapat terjangkau oleh para pelancong.

Membersihkan sampah di pantai (foto: Antara)

Tempat sampah yang tidak dapat diletakan di tempat seperti mulut pantai, pertengahan taman wisata karena dapat menganggu pemandangan, maka dapat dilakukan pewadahan sampah pribadi bisa berupa kantung plastik. Dimana setiap pelancong yang masuk dan membeli tiket diberikan satu wadah penampung sampah. Tujuannya adalah untuk mempermudah para pelancong dalam membuang sampah apabila meraka tidak menemukan tempat sampah. Sampah yang mereka taruh di wadah dapat mereka letakan di pintu keluar atau ada petugas sampah yang membantu mengumpulkan.

Dengan membuang sampah pada tempatnya berarti kita telah berupaya untuk menjaga lingkungan tempat wisata yang kita kunjungi.


Salam lestari !!
Rr. Mutiara Adhi Sarasati
Mahasiswi Ilmu dan Teknologi Lingkungan Universitas Airlangga

Add comment


Security code
Refresh