Berbicara mengenai pasar ikan, pasti didalam pikiran kita sudah terbayang tentang becek, amis, sisa ikan dimana – mana dan kotor. Karena image itu sudah tertanam di benak karena pengaruh dari persepsi kita akan pasar ikan tradisional yang ada di Negara kita. Apa lagi jika hujan datang…mmmm pasti yang kita bayangkan, pasar ikan itu menjadi lebih parah keadaannya.

 

Pada tanggal 15 September 2012 yang lalu saya berkesempatan untuk mengunjungi salah satu pasar ikan di jepang tepatnya di Yokohama, Kanagawa. Negara yang dikenal sebagai Negara maju di dunia ini sangat memperhatikan aspek kebersihan lingkungan pasar ikannya. Karena mereka berfikir, ikan adalah salah satu barang konsumsi atau dimakan yang mempunyai kandungan protein tinggi. Maka mereka sangat memprioritaskan kebersihan lingkungan pasar mereka.

.

 
Gambar 1. Tampak halaman masuk pasar ikan, tidak ada sampah yang berserakan (Foto: IG)

Memasuki area pasar dari kejauhan sudah nampak betapa seriusnya mereka dalam menjaga kebersihan lingkungan pasarnya. Hal ini membuat kami semakin penasaran untuk melihat lebih jauh dan masuk ke dalam pasar.

 
Gambar 2. Terlihat kan bagaimana kualitas ikan tetap terjaga dan lingkungan sekitar pasar tetap bersih (Foto : IG)

Gambar 3. Sistem pengemasan ikan semuanya menggunakan media Styrofoam (Foto : IG)

Begitu masuk ke dalam, kita bisa melihat bagaimana para pedagang memajang ikan-ikannya begitu rapih dan bersih, bagaimana kondisi ikan tetap terjaga kesegarannya didalam Styrofoam yang berisikan es batu dan lagi – lagi lingkungan di sekitarnya bersih dari sampah. Tidak ada pasir laut bekas angkutan, tidak ada sampah plastik berserakan dan tidak ada tulang-tulang ikan. Kualitas tetap nomor 1 bagi mereka. Tahu kan ikan yg dibuat untuk sushi ?. jepang sangat terkenal dengan ikan segarnya untuk dibuat sushi, oleh karena itu jika lingkungan sekitarnya kotor, maka akan sangat mudah ikan tercemar dari bibit penyakit terutama dari serbuan lalat hijau yang besar-besar (mungkin kita tau lalat itu) sehingga ikan untuk sushi pun tidak memenuhi kriteria.

Pengolahan Sampah Styrofoam

Satu hal cukup menarik perhatian saya sebagai pengunjung yaitu pengolahan sampah Styrofoam tempat menyimpan ikan. Di dalam pasar ikan ini ada satu stasiun pengolahan sampah bekas Styrofoam. Seperti yang kita ketahui, sampah Styrofoam ini sangat sulit untuk terurai tidak seperti sampah sampah yang lain. Perlu perlakuan khusus untuk sampah jenis Styrofoam ini. Nah di pasar ini, semua bekas sampah Styrofoam tidak bisa digunakan untuk 2 kali penggunaan. Setiap selesai menyimpan satu jenis ikan, mereka langsung menyalurkan sampah Styrofoam ke stasiun pengolahan Styrofoam untuk di recycle. Hasil dari recycling Styrofoam ini berupa lembaran seperti papan padat. Petugas disana mengatakan, hasil recycle dari Styrofoam ini kemudian akan di distribusikan ke industri industry di jepang bahkan di ekspor keluar negeri untuk dibuat bauksit berbahan Styrofoam dan bisa diolah menjadi produk baru.

Gambar 4. Mesin pengolahan sampah styrofoam yang berada di dalam pasar ikan (Foto: IG)

Gambar 5. Hasil Recycling styrofoam berupa lembaran seperti papan (Foto: IG)

Mungkin itu saja yang bisa saya sharing dari kunjungan sebentar saya ke salah satu pasar Jepang. Menjaga kebersihan pasar ikan merupakan hal yang sangat di prioritaskan di negeri ini. Semoga sharing ini bisa membuka wawasan kita untuk menjaga kebersihan lingkungan pasar ikan di negeri Indonesia tercinta dan bisa membuka pikiran pemerintah untuk peduli dalam penanggulangan sampah dipasar ikan. Peduli nya nggak sekedar peduli tapi butuh master plan yang baik dan action yang cepat.


Ihwan Ghazali, Visiting Fellow , Keio University Jepang dan mahasiswa Doktor di University of Malaya, Malaysia

Comments   

 
0 #2 Arief Mulyana 2013-12-09 09:47
Thanks infonya.
Sy kebetulan sdg mengerjakan reboisasi kwsan konservasi mangrove di pesisir pantai surabaya sbg sukarelawan. Permasalahan utama yg kami hadapi adalah bnyknya sampah styrofoam yg menjebabkan matinya bibit yg ditanam. Untuk itu kami mhn diberikan solusi teknologi tepat guna sederhana. Sehubungan dng biaya dr kantong sendiri. Harapan kami dng sentuhan teknologi tsb limbah styrofoam dpt duolah menjadi produk yg bisa membantu biaya operasional kami dlm mewujudkan penghutanan kembali pesisir kota surabaya. Wass
Quote
 
 
+2 #1 daniel 2013-07-17 18:59
terima kasih atas info nya.
itu setelah diolah menjadi lembaran, kemudian diapakan ya ?

didaerah saya banyak limbah styrofoam, dan saya tertarik untuk mengolahnya.
terima kasih.
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh