Konsumsi plastik dalam kehidupan sehari-hari semakin meningkat selama tiga dekade terakhir. Sifat plastik yang ringan, transparan, mudah diwarnai, tahan terhadap korosi dan mudah dibentuk merupakan alasan utama penggunaannya yang populer. Namun plastik juga memiliki kelemahan terutama setelah menjadi sampah.

Plastik adalah bahan yang sangat sulit terurai. Dibutuhkan waktu yang sangat lama untuk bisa mengurainya, sehingga diperlukan cara-cara untuk mengurangi jumlah sampah plastik yang juga semakin meningkat seiring dengan kenaikan angka konsumtivitasnya. Metode yang biasa digunakan untuk mengurangi sampah plastik adalah reuse dan recycle. Reuse berarti penggunaan kembali, dan recycle adalah pengolahan sampah plastik sehingga bisa digunakan kembali.

Aksi Karnaval Bumi memperingati Hari Bumi tahun 2012 oleh aktivis Wahana Lingkungan Hidup di Bandung, Jawa Barat. (foto: antarafoto.com)

Salah satu metode recycle yang bisa digunakan untuk mengurangi jumlah sampah plastik adalah pirolisis. Dengan menggunakan konsep pirolisis, sampah plastik dipanaskan pada suhu sekitar 500 derajat Celcius sehingga berubah fase menjadi gas, kemudian akan terjadi proses perengkahan (cracking). Selanjutnya gas tersebut dikondensasikan sehingga menjadi fase cair. Hasil kondensasi inilah yang bisa digunakan sebagai bahan bakar cair yang setara dengan bensin dan solar.

Contoh plastik jenis PP, PE dan PS (foto: www.blest.co.jp)

Beberapa hari yang lalu, saya mendapat kesempatan untuk berkunjung ke sebuah pabrik pembuat alat pirolisis plastik menjadi bahan bakar cair, Blest Company, yang berlokasi di perfektur Kanagawa, Jepang. Alat ini didesain untuk mengubah sampah plastik jenis PP (polipropilene), PE (polietilene) dan PS (polistirene) menjadi bahan bakar cair yang dapat diaplikasikan sebagai bahan bakar boiler, insinerator, mesin diesel dan generator. Kategori sampah yang termasuk PP antara lain tong sampah, bungkus snack, kotak DVD, dll. Sampah plastik yang termasuk kategori PE, misalkan kantong plastik biasa, tutup botol plastik, dll. Sedangkan PS meliputi sampah seperti sterofom, dll.

Reaktor pirolisis skala kecil (foto: putri noviasri)

Reaktor pirolisis skala medium (foto: syamsiro)

Proses pirolisis dilakukan pada suhu 400 – 450 derajat Celcius tanpa menggunakan katalis. Hasil pirolisis dari campuran PE dan PP akan menghasilkan bahan bakar cair yang setara dengan bensin, kerosene, solar dan heavy oil, dimana persentase keempatnya tergantung dari persentase campuran PE dan PP yang diinputkan ke dalam reaktor. Sedangkan cairan hasil pirolisis PS hanya mengandung styrenemonomer, styrene dimer dan styrene trimer, yang jika dimurnikan akan menjadi bahan baku dari plastik. Selain itu hasil pirolisis PS juga dapat digunakan sebagai campuran bahan bakar cair lain dengan persentase kurang dari 20%.

Hasil penyulingan bahan bakar cair yang diperoleh dari pirolisis PP dan PE di BLEST Company (dari kiri ke kanan): bensin (gasoline), kerosene, solar (diesel oil) dan heavy oil. (foto: putri noviasri)

Dengan metode pirolisis ini, sampah plastik kini dipandang bukan lagi sebagai sampah saja namun sebagai sumber energi yang dapat berguna bagi kemaslahatan masyarakat. Berbagai teknologi untuk mengolahnya sudah tersedia, tinggal bagaimana kemauan dari pemerintah dan masyarakat untuk menerapkannya di Indonesia sehingga ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, dimana kita sudah mulai mengimpor untuk memperolehnya, dapat dikurangi secara bertahap.

Bersama Direktur & Staf BLEST Company (foto: syamsiro)

 

Putri Noviasri, Research Student, Dept Environmental Science and Technology, Tokyo Institute of Technology, Jepang dan Dosen Jurusan Teknik Mesin UGM.

Comments   

 
-1 #14 agus 2014-09-21 22:40
Mau nanya biaya produksi dari 5kg plastik menjadi 1,25 liter bbm berapa ya,hitunganya untung atau rugi...klau harga bbm 6.5 ribu per liter
Quote
 
 
-3 #13 agung widodo 2014-06-02 09:07
Gak usah ke Jepang. Anda bisa studi hal ini di TPA kabupaten Pati. Untuk proses pirolis, disana pembakaran menggunakan Biogas sehingga sangat efisien
Quote
 
 
0 #12 agung widodo 2014-06-02 09:03
Quoting sufian:
Dalam sekala kecil, smkn1 adiwerna-tegal sudah mencoba dan berhasil dari 5,5 kg plastik dapat menghasilkan 1,25 liter bbm, dari sisi menyelamatkan bumi dari pencamaran plastik sangat membantu, tetapi secara ekonomi karena proses pembakarannya menggunakan gas LPG masih belum menguntungkan. solusi seperti apa yang bisa membantu sehingga selain berfungsi menyelamtkan bumi juga bisa menguntungkan lebih baik lagi jika pihak lain atau pemerintah menfalisilatasi untuk teman di SMK

Ada alternative selain mengguinakan LPG, yaitu dengan menggunakan Biogas, seperti yang telah dilakukan di TPA Kabupaten Pati.
Quote
 
 
0 #11 sufian 2014-04-26 12:12
Dalam sekala kecil, smkn1 adiwerna-tegal sudah mencoba dan berhasil dari 5,5 kg plastik dapat menghasilkan 1,25 liter bbm, dari sisi menyelamatkan bumi dari pencamaran plastik sangat membantu, tetapi secara ekonomi karena proses pembakarannya menggunakan gas LPG masih belum menguntungkan. solusi seperti apa yang bisa membantu sehingga selain berfungsi menyelamtkan bumi juga bisa menguntungkan lebih baik lagi jika pihak lain atau pemerintah menfalisilatasi untuk teman di SMK
Quote
 
 
+1 #10 selamat pujiono 2014-04-23 08:58
kami sangat tertarik dengan pengeloaan sampah ini, bahkan kami bersama teman2 perkumpulan remaja siap belajar bagai mana cara pengelolaannya? dan pengelolaan ini sangat dibutuhkan dilingkungan kami, dan saya yakin pemerintah mau membantu asal ada yang memulainya
Quote
 
 
0 #9 eko susilo 2014-03-13 09:42
artikel yang bagus, saya pikir dengan drum yang agak tebal, kita bisa rancang alat sederhana ini. Dengan begitu kita bisa kurangi volume sampah plastik yang ada. Cuma siapa yang mau melakukannya?. Mestinya pemerintah mau mengucurkan dana untuk program ini. Akademisi melakukan rancang bangun alat ini. Toh alat yang sederhana cuma perlu modifikasi supaya orang awam bisa mengoperasikan. Saya pikir dengan tabung volume 5000 ltr, i unit gak sampai 100jt, itupun kalau ada kemauan dari pemerintah....
Quote
 
 
+2 #8 susanto 2013-08-24 09:43
bagaimana caranya buat BBM dari sampa plastik dengan cara manual....mohon petunjuknya...k arena saya ingin mengolanya dan sekaligus untuk menjaga lingkungan..... .....
Quote
 
 
+3 #7 ENOH 2013-07-20 11:40
Ass..
1. Bagaimana cara alur kerja pengolahan sampah plastik bisa sampai jadi BBM ? Biasakah dilakukan secara sederhana dan manual untuk skala kecil ?
2. Apakah di Indonesia sudah ada alat pengolahan tersebut ?
Terima kasih. Wasalam
Quote
 
 
0 #6 zainul 2013-07-03 15:07
boleh nanya ya.

1. di antara 3 jenis plastik yang ada (PP,PE,PS) mana yang paling bagus hasilnya?
2. klo di banding dgn premium di jual,lebih bagus mana dgn ini?

Makasih atas kebaikannya dan Wassalam
Quote
 
 
0 #5 zainul 2013-07-03 15:04
Numpang Tanya ya.
1. di antara plastik yang ada(PP,PE dan PS) mana yang terbaik dalam menghasilkan BBM?
2. klo di banding dgn premium yg kita beli di POM bensin,bagusan mana ya hasilnya?

Makasih atas kebaikannya menjawab pertanyaan saya.

Wassalam
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh